Seni Melupakan

  1. Rehearsal: Adanya pengulangan kejadian. Ketika kamu mengulang cerita atau menceritakan kembali keadaan ketika kamu berada dalam suatu situasi tertentu, hal itu dapat memudahkan kamu mengingat kejadian itu. Kebanyakan memori akhirnya kutulis, kerapkali kuceritakan lagi ke kawanku, lalu kuceritakan pula ke kekasihku, lalu kuceritakan lagi ke kawanku. Gimana mau lupa?
  2. Flashbulb Memory: Adanya situasi yang signifikan, misal: aku masih ingat sampai sekarang waktu sekolahku dulu kedatangan Band Seventeen, lalu setelahnya mereka manggung di GOR sebelah sekolah. Kedatangan Band Seventeen yang terkenal inilah situasi signifikan itu.
  3. Retrieval Interference Via Anxiety. Ketika kamu cemas, kamu jadi lebih sulit mengingat. Misal lagi presentasi di depan bos, dan kamu belum persiapan, udah gitu bosnya detail banget, udah gitu kamu ngga paham betul situasi klien yang mau kamu sampaikan di presentasi itu, lalu kamu menjadi cemas dan keringat keluar dari kedua ketekmu serta seluruh tubuhmu. Eh, malah tersendat karena lupa apa yang mau disampaikan. Kecemasan inilah yang membawa kamu memikirkan sesuatu hal yang buruk dalam presentasi (seperti: “duh nanti bos nanya apa ya.”, “duh, pasti bos marah sama hasilnya”, dan duh aduh duh yang lainnya), dan akhirnya membuatmu gagal mengingat — gagal presentasi.
  4. Context Effect: kamu lebih mudah mengingat ketika mengalami konteks yang sama ketika peristiwa itu terjadi. Ketika kamu sedih, kamu jadi lebih mudah mengingat peristiwa yang sedih, pun sebaliknya. Aku kalau sedih, tau gak apa yang keinget? Waktu dulu nangis berhari-hari karena pindah rumah haha. Padahal kejadian ini sudah 13 tahun yang lalu.
  5. Repression: Adanya represi, atau hal itu kamu tahan-tahan tuh sampai lupa. Sesuatu yang direpresi itu bisa keluar kalau ada triggernya. Misal ketika ada trauma masa lalu yang direpresi dan masuk ke alam bawah sadar. Ketika terusik atau ketrigger tadi, lalu kamu jadi ingat semuanya. Ini menyeramkan. Peristiwa yang traumatik selalu menyeramkan.

--

--

Sebuah perjalanan pencarian jati diri. Tempat misuh-misuh. IG: agniciarana #MemulaiKembali

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Agnicia Rana

Agnicia Rana

Sebuah perjalanan pencarian jati diri. Tempat misuh-misuh. IG: agniciarana #MemulaiKembali