Dosa Pagi Ini

Aku bangun terpaksa. Malamnya tidur cukup telat – padahal rencananya mau tidur cepat biar hormon dan metabolisme bagus. Yang mana kebiasaan ini sudah berlalu sejak dahulu kala. Sejak sekolah dasar bahkan. Diperparah waktu kuliah, waktu heboh skripsi di kepala.

Belakangan, tubuh mulai berasa “jompo”. Cepat panas dan banyak yang bikin ngga nyaman. Kepala yang pusing saat terlalu lama membaca dan berpikir. Tandanya: sleep of the tongue, ngelantur dan ya… ngeblank aja gitu. Pegal dan kram di area pundak, pinggang, pinggul dan kaki, bahkan jari-jemari dan tangan kalau kebaanyajan menopang ponsel cerdas.

Padahal usiaku baru hampir 26.

Rambut putih yang ada di kepala, seumur-umur jika tak salah ingat, mungkin baru sekitar 2 atau 3 helai. Pertama Saat aku SD, dengan asumsi stress belajar persiapan lomba. Kedua saa kuliah, mungkin. Dan kemarin terakhir, baru saja, ditemukan oleh suamiku. Tidak sengaja.

Aku butuh asupan emosi bagus dan gerak yang banyak, juga makanan 4 sehat 5 sempurna, 6 enak.

Tapi dosa pagi ini sudah terlalu banyak.

Tidur jam 1 pagi dan bangun jam 6. Lima jam yang bikin 50% emosi negatif mengisi jiwa, 50% nya boleh lah masih ada bersyukur dan emosi baik lain yang anehnya ngga bisa menutupi 50% emosi negatif tadi.

Perut sakit bagian bawah yang takterprediksi, bikin ngga nyaman.

Buka game The Sim dan crash berulang kali, bikin makin sentimen.

Terakhir, makan bakso pedas sisa kemarin. Plus bihun dan sedikit sayur. Minumnya air es.

Semua ini dilakukan sebelum jam 7 pagi. Enak, nano-nano, dan sekarang ternggorokan sakit disertai flu yang bikin hidung basah.

Mungkin dosaku hari ini satu persatu sedang dihapus.

Rana,

Di hari kemarin.

--

Sebuah perjalanan pencarian jati diri. Tempat misuh-misuh. IG: agniciarana #MemulaiKembali

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Agnicia Rana

Agnicia Rana

Sebuah perjalanan pencarian jati diri. Tempat misuh-misuh. IG: agniciarana #MemulaiKembali