Serial Yang Akan Kutonton Lagi

Day 12 of 30 Days Writing Challenge: Favorite TV Series

Via Pinterest.

Wow, ndak kerasa sudah hari ke-12 — dan gue telat lagi (telat 2 bulan seeesstt). Waktu itu sempat membanggakan diri karena tepat waktu di hari ke-11, tapi rupanya setelah itu ada tragedi haha.

Sebenarnya sulit memilih ini, karena lumayan banyak film series yang ingin gue tonton lagi. Dari mulai drama korea, serial fantasi, sampai action — oke untuk action mungkin tak terlalu banyak.

Kalau boleh kasih ranking, sulit juga sebenernya, karena apa yang kusuka belum tentu kau suka, dan apa yang aku tak suka, belum tentu aku juga ngga suka. Tapi yaudahlah, di sini aku pilih tiga TV Series yang paling ingin kutonton lagi. Mungkin setelah menulis ini langsung kutonton sampai habis seminggu penuh. Maklum, aku pengangguran.

Gue bikin tiga teratas aja, ya, biar ga terlalu panjang.

Via https://hpstuffs.tumblr.com/page/25

Ya. Harry Potter Series.

Ini TV Series atau bukan ya? Mungkin lebih tepatnya Movie Series but I don’t care karena gue mau film ini masuk ke list di nomor pertama.

Sejarah gue dan film ini cukup panjang dan sangat mengelitik. Gue pernah menulisnya di beyondiary. Singkatnya, perkenalan dengan Harry and the gang bermula di tahun 2007, di film ketiga — ya film ketiga adalah film yang pertama gue tonton. Saat itu gue ingin kasih hadiah ulang tahun untuk teman baru, di tempat baru ini. Gue tanya dia mau apa, dia bilang dia mau DVD Harry Potter.

Saat itu juga ngga pakai lama, gue masukkan DVD Harry Potter ke dalam list pesanan ke Papa yang masih di Bekasi. Dan ya, DVD itu datang tepat waktu. Papa beli dua judul — yang gue pikir cuma satu film — Harry Potter and The Prisoner of Azkaban dan Harry Potter and The Goblet of Fire. Teman gue itu pilih yang aku sebutkan kedua, seri ke-empat filmnya.

Belakangan setelah gue setel kaset satunya di komputer jadul di rumah, gue sedikit menyesal kasih DVD ORI itu cuma-cuma. Film itu berkesan banget. Bikin gue kepo seri-seri lainnya. Dan kalau ndak salah, dalam dua tahun berturut-turut di malam menjelang tahun baru, film Harry Potter Seri 1–4 tayang di Bioskop Trans TV. Sumpah keren banget!

Dari situ imajinasi tingkat dewa gue semakin naik tingkat — apa yang di atas tingkat dewa?

Gue jadi membayangkan nyempil di antara ketiga tokoh utama itu, menjadi tokoh lain yang ndak kalah kerennya. Bahkan gue membuat cerita versi lain dari Harry Potter yang ndak kalah serunya — di kepala. Tentu gue tokoh utamanya.

Selanjutnya pun gue cari info banyak tentang Harry Potter ini. Akhirnya gue tahu kalau Harry Potter ini punya 7 series. Ngga pakai lama, pulang sekolah gue langsung jalan ke tukang CD bajakan, dan dengan polosnya gue tanya, “Om, Harry Potter ada?

Penjual itu jawab ada, sambil mencari-cari di koleksi CD bajakannya. Gue pun tak kuasa menahan gejolak dalam dada yang… luar biasa banget!

Sampai di tangan, yang gue lihat di cover CD itu cuma sampai seri keempat, dan gue pun langsung protes dalam hati, terus gue tanya lagi om itu: “Om, seri 5, 6, 7 nya ngga ada?”

Om itu menggeleng, gue kecewa parah. Kaset itu ngga gue beli, dengan harapan yang lengkapnya ada di konter CD bajakan lain. Ngga pakai lama, gue ke konter lain dan hanya menemukan kecewa, karena ngga ada juga. Sedih, sedih banget.

Di akhir SMP, gue ketemu majalah dengan cover Harry Potter! Rupanya dalam majalah itu, baru saja dibahas bocoran film Harry Potter keenam! Ew, dan gue baru tahu saat itu juga kalau ternyata di tahun itu Harry Potter baru sampai seri enam! Malu, saat itu juga, tapi tetap sok cool di depan teman sepermainan yang sama-sama juga suka Harry Potter.

Di 2012, gue baru dapat semua serinya, dan wicked! Gue yang awam ini bener-bener terkesima dengan serial satu itu. Selain ceritanya yang luar biasa imaginatif dan out of the box — menurut gue yang paling ndak bisa bikin cerita fantasi, pemerannya pun turut andil dengan apiknya.

Well, terima kasih Budhe J.K. Rowling untuk karya yang luar biasa!

Via eonline.com

Kali ini yang benar-benar TV Series yang ngga kalah epicnya! Semua orang pasti tahu Game of Thrones, kan?

Seperti namanya, Game of Thrones ini bercerita tentang permainan (perebutan) takhta. Di awal season kita sudah diperlihatkan kengerian orang dipenggal, dan konflik antar keluarga. Di season awal pun kita sudah tahu siapa yang antagonis di sini… tapi.. kau harus nonton sampai ke belakang, because, who knows?

Di sini kita menebak-nebak siapa dalang sesungguhnya. Banyak kematian yang ngga diduga dan bikin “nyes”, kecuali kematian anak pertama Cercei dan Jammie Lannister, Joffrey. Kematian ini ngga diduga-duga, bikin kaget, tapi memuaskan banget sih. Bahkan dari awal kita bertemu tokoh ini, rasa benci sudah dipupuk hanya dari liat muka antagonisnya saja!

Gue dapat serial ini dari teman sepermainan dulu, di awal kuliah. Gue langsung mengendapkan dua season awalnya di laptop, mungkin dalam hitungan tahun? Gue sempat nonton awalnya sampai beberapa episode di season 1, tapi ngga cukup tertarik dan bingung kali dengan ceritanya.

Lalu di saat itu, gue ngobrol lagi sama teman yang kasih film itu. dia sangat menggebu-gebu menceritakan betapa serunya serial satu ini. Akhirnya gue nonton lagi dari awal, dan crap! Ngga sampai habis satu season, ternyata gue sudah menikmati serial itu. Mungkin bermula di pernikahan Kahl Drogo dan Daenerys — juga adegan 4646nya, gue mulai terhipnotis dengan serial ini. Well, siapa sih yang ngga jatuh cinta lihat perangainya Jason Momoa?

Perlahan-lahan kartu pun terbuka, dan di situ keseruannya. Sama seperti film bagus kebanyakan, film ini juga memainkan emosi kita dengan karakter-karakter di dalamnya. Kita dibuat ngga bisa percaya dengan karakter manapun kecuali John Snow, yang bikin jatuh cinta!

Sayang, season terakhir kurang memuaskan, but still gue bakal nonton series ini lagi sih!

Via Pinterest.

Becanda, Shay!

Serial ini bikin gue pro sama tindak kriminal dan drama-drama di dalamnya Yes, it’s Money Heist! Bermula dari series yang ngga laku di Spanyol, tapi jadi Booming pas udah diambil Netflix, serial ini emang cocok banget buat ditonton marathon!

Kejutan-kejutan yang dikasih epic, tek-tok-an sama polisinya pintar dan bikin degdegan takut-takut kriminalnya yang skak mat, dan berhasil bikin sumringah plus tepuk tangan pas kartu hijau balik ke tangan geng kriminal ini.

Di dua season awal dramanya ngga terlalu mengganggu, justru pengantar yang bagus untuk masuk ke kejutan-kejutan berikutnya. Kita dibuat jatuh cinta dan simpati ke tokoh-tokohnya, yang bikin susah move on dan lanjut terus sampe season terakhir.

Dua season terakhir sebenernya season yang perlu-ngga perlu menurut gue. Karena di dua season terakhir ini terlalu banyak drama dan kebodohan yang ngga perlu, bikin hype nonton dua season sebelumnya turun. Tapi teteup aja sih dibuat penasaran sampai ending yang KACO!!

Hope season 5 will come very soon!

Yes, itu tiga series teratas yang akan gue tonton lagi, karena berkesan dan sulit dilupakan. Back again, selera orang bisa jadi sama, memungkinkan juga beda. Semoga terhibur, dan mulai hari ini gue dan Aya Canina akan melanjutkan challenge ini 30 hari menulis ini lagi, semoga kita istikomah yah…

See ya!

--

--

Sebuah perjalanan pencarian jati diri. Tempat misuh-misuh. IG: agniciarana #MemulaiKembali

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Agnicia Rana

Sebuah perjalanan pencarian jati diri. Tempat misuh-misuh. IG: agniciarana #MemulaiKembali