Siapa bilang kau bukan siapa-siapa?

Agnicia Rana
2 min readDec 26, 2022

Kau adalah rumah bagi dirimu.

Source: Pinterest.

Kerap kali kita lupa darimana kita berasal, yaitu dari liang hangat rahim ibu. Tempat paling suci yang diciptakan untuk bayi-bayi adam yang untuk sampai kesana berlomba dengan isi biji ayahnya — yang tentu serupa dirinya — lalu dibesarkan oleh waktu dan tangan ibunya.

Kerap kali kita tak melihat betapa lebihnya kita, yang bahkan lebihnya bisa menutupi rasa iri dan kurang kita daripada yang lain.

Kau tak butuh mengiba untuk dapatkan nama lengkapmu dan utuhnya dirimu di hati manusia lain, karena ada kau — selalu namamu — di kepala kedua orang tuamu yang kerapkali salah mengambil keputusan di masa lalu, selayaknya dirimu yang sekarang.

Karena selalu ada namamu, utuhnya dirimu, di kepala ia yang benar-benar mencintaimu.

Kalau kau bukan siapa-siapa, lantas apa ruginya?

Maksudku, tak ada yang bertahan selamanya di dunia. Nanti kau juga mati, berbaur dengan alam. Orang-orang di sekitarmu pun. Aku, juga. Sedih ngga akan bertahan selamanya, pun bahagia. Tak ada yang abadi, kecuali memori.

Ternyata, selama empat tahun ke belakang, aku belajar banyak.

Bagaimana memilih pasangan, bagaimana mengatur keuangan, bagaimana bekerja profesional, bagaimana mencintai sesama, hingga… bagaimana mencintai diri sendiri.

Masih, masih belajar, belum sempurna — dan tak apa.

Dulu aku selalu butuh dilihat dan diperhatikan, pelan-pelan kupikir itu tak lagi perlu. Nanti aku mati, yang melihatku juga kelak mati.

Rasanya, sekarang ini yang terpenting adalah bagaimana bertahan hidup. Menikmati emosi yang datang, melihat segalanya dari perspektif semesta, membaca keinginan diri sendiri, menerima kekurangan diri… intinya, berbuat baik kepada diri sendiri.

Kau mungkin memang bukan siapa-siapa untuk kebanyakan orang.

Tapi, kau adalah rumah bagi dirimu sendiri.

Yuk, beberes.

Taruh pelan-pelan emosi yang masuk ke lemari-lemari di sudut amigdalamu, ambil satu persatu pecahan dirimu yang jatuh ke lantai, benahi lagi isi rumahmu…

Sapu butiran-butiran debu yang masuk, buang sampah yang menumpuk. Kemudian buka pintu dan jendela lebar-lebar, agar udara segar masuk dengan mudahnya.

Kau akan lebih baik setelahnya.

--

--

Agnicia Rana

Sebuah perjalanan pencarian jati diri. Tempat misuh-misuh. #MemulaiKembali